Manajemen Inventaris Farmasi Bebas "Dead Stock"
Pendekatan sistematis mengontrol perbekalan obat agar tidak kedaluwarsa atau kehabisan saat darurat.
8/21/20261 min baca
Instalasi farmasi adalah salah satu pusat biaya sekaligus pusat pendapatan terbesar di rumah sakit. Manajemen inventaris yang buruk—seperti penumpukan stok mati (dead stock) atau obat yang kedaluwarsa—merupakan kebocoran finansial yang sangat merugikan. Sebaliknya, kehabisan obat esensial saat kondisi gawat darurat dapat berakibat fatal bagi keselamatan pasien.
Penerapan metode FEFO (First Expired, First Out) harus dijalankan dengan disiplin tinggi, bukan sekadar teori di atas kertas. Staf farmasi harus dilatih untuk melakukan stock opname secara berkala dan memastikan sistem pencatatan digital selalu sinkron dengan persediaan fisik di rak.
Lebih jauh lagi, data inventaris harus dianalisis untuk membaca pola peresepan dokter. Dengan memahami tren penyakit musiman dan kebiasaan peresepan, manajer farmasi dapat melakukan pengadaan (procurement) secara lebih presisi, mengoptimalkan HPP (Harga Pokok Penjualan), dan menjaga margin keuntungan faskes tetap ideal.
