Roadmap Menuju Akreditasi Paripurna STARKES: Mitigasi Temuan Mayor pada Pokja KPS dan PPI
Tips mitigasi temuan mayor surveyor akreditasi STARKES pada instrumen Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
10/26/20261 min baca
Meraih predikat Akreditasi Paripurna sesuai Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (STARKES) membutuhkan lebih dari sekadar dokumen regulasi di atas kertas. Saat surveyor dari Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi (LIPA) turun melakukan telusur lapangan, dua kelompok kerja (Pokja) yang paling sering menghasilkan temuan mayor atau penurunan skor adalah Pokja Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) serta Pokja Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Mitigasi Temuan Kritis Pokja KPS (Staf Medis & Keperawatan)
Kelengkapan Dokumen Kredensialing: Seluruh staf medis wajib memiliki Surat Penugasan Klinis (SPK) dan Rincian Kewenangan Klinis (RKK) yang masih berlaku. Temuan mayor sering muncul ketika dokter melakukan tindakan di luar RKK yang disetujui komite medik.
Pemantauan Kinerja Profesional Berkelanjutan (OPPE): Setiap DPJP harus memiliki rekam evaluasi kinerja berkala (OPPE/FPPE) yang dievaluasi minimal satu kali setahun.
File Kepegawaian Seragam: Pastikan bukti pelatihan wajib (seperti Basic Life Support/BHD, APAR, dan keselamatan pasien) terdokumentasi lengkap di berkas SDM tiap individu karyawan.
Mitigasi Temuan Kritis Pokja PPI (Infection Prevention and Control)
Audit Kepatuhan Cuci Tangan (Hand Hygiene): Kepatuhan 5 Momen Cuci Tangan wajib dibuktikan melalui data surveilans berkala yang dianalisis oleh IPCN (Infection Prevention and Control Nurse), bukan sekadar data rekaan.
Alur Dekontaminasi dan CSSD: Proses pembersihan, desinfeksi tingkat tinggi, hingga sterilisasi instrumen bedah harus menerapkan prinsip satu arah (unidirectional flow) untuk memisahkan area kotor (decontamination), area bersih (packing), dan area steril (sterile storage).
Pengelolaan Limbah Medis B3: Ketelusuran manifes limbah cair dan padat dari tempat penampungan sementara (TPS) B3 berizin hingga ke pihak pengolah berizin harus sinkron dengan manifest elektronik Kemenkes/KLHK.
Pendampingan intensif dan simulasi telusur mendalam (mock survey) adalah kunci untuk mendeteksi gap operasional sedini mungkin sebelum survei akreditasi sesungguhnya berlangsung.
